Waktu

jika bahagiamu berlebihan, sedihku akan menyempurnakannya

Hai Hujan, kehadiranmu kemarin mengejutkanku. Bagaimana tidak, dirimu datang disaat aku sudah hampir menyerah menunggu kehadirannya. Apa kau hadir untuk menertawakanku lagi. Hahaha. Kurasa tidak, dari gayamu aku merasa kau hadir untuk mendinginkan otakku yang mulai tidak sehat karena memikirkannya.

Tulisan ini untuk nya.

Kepada Tuan yang tak (kunjung) datang.

Hai…bagaimana kabarmu disana. Apakah porsi bahagiamu melebihi kadarnya dan sedih datang untuk menyempurnakannya? Jika porsi bahagiamu melebihi kadarnya, mungkin sedihku bisa menyempurnakannya.

Hai…apakah senyum selalu menghiasi wajah indahmu ?

Bukankah kita masih dalam rentangan waktu yang sama???

Waktu tak pernah berkhianat Tuan, tapi kata.

Waktu selalu berjalan kepada yang telah diucap, tapi kata pergi begitu saja seolah tah pernah diucap.

Jika kata tak segera bersua dengan waktu

Aku tak tahu Tuan harus dengan cara apalagi aku mendamaikan keduanya.

Mungkinkah sedihku bisa menjadi harga yang pas untuk kata damai?

Untuk bahagiamu, sedihku pun tak apa.

Ahad, di sudut yang selalu melihatmu.

Silahkan komentarnya ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s