‘Supernova’ kesayanganku

Hai-hai,,,mau cerita nih tentang barang kesayangan. Barang kesayanganku itu buanyakkk buanget. Tapi yang paling berrrasssaaa banget sayangnya itu ya si ‘supernova’.

Supernova ini hape pertamaku. Hape ini kubeli ketika liburan UAN SMA. Yaaa hampir empat tahun. Hape ini kubeli tanpa banyak pertimbangan. Ketika sampai di toko, aku melihat namanya di box terpampang jelas ‘Nokia 7610 Supernova’. Aku langsung bilang ke bapakku, yang waktu itu nganterin aku ke toko ini. ‘ Yang itu aja Pak, kayaknya bagus’. Aku bilang ke bapak sambil kutunjuk box hapenya. ‘Kamu yakin nduk?’ itu kan harganya 2.5, nanti semua tabunganmu habis lho? Jawab Bapakku. ‘Nggak apa-apa Pak, aku suka’. Akhirnya penjaga toko mengambil hapenya, transaksi dilakukan dan ‘Supernova’ ini sah menjadi milikku.

supernova

 ‘Supernova’ kesayanganku tampak depan, belakang dan jika slidenya dibuka

Kenapa hape ini menjadi benda kesayanganku?

Alasan yang pertama adalah hape ini aku beli dari uang tabunganku yang aku kumpulkan sejak SMP. Sebenarnya sih mau kubelikan hape ketika masuk SMA, tapi berhubung aku sekolah di Pesantren dan peraturannya nggak boleh bawa hape, jadi ya nggak jadi.

Alasan yang kedua adalah kenangan.

Hape ini menyimpan banyak banget kenangan, Ketika pengumuman UAN keluar, aku balik ke pondok. Otomatis hape ini kubawa. Ya namanya juga di Pondok –nggak boleh bawa hape-, aku juga diam-diam. Jangan sampai ketahuan pengurus Pondok, kalau sampai ketahuan pasti hape dirampas, di sidang dan bla bla bla panjang prosesnya.

Kejadian cetar yang pertama, ketika baterai si ‘Supernova’ habis, akhirnya aku charge di aula atas. Aula atas ini sepi ketika di atas pukul 22.00 WIB. Ya aku santai aja, ‘Supernova’ kutinggal sendirian di aula, sedangkan aku turun ke lantai bawah buat kumpul sama anak-anak yang lain. Setelah anak-anak udah pada ngantuk dan pada ke kamar masing-masing, aku mampir dulu ke aula buat ngambil hape. Aku kaget banget waktu mau ngambil hape ternyata hanya tinggal chargernya aja. Langsung aja aku bilang ke anak-anak yang lain kalau hapeku nggak ada. Kata anak-anak aku disuruh nanya ke kamar pengurus. Aku bergegas turun lagi ke lantai satu, ke kamar pengurus. Eh ternyata benar, hapeku disita sama mereka. Langsung aja aku minta dibalikin dengan alasan aku udah alumni. Ya meskipun melewati perdebatan yang sedikit panas, akhirnya dibalikin juga dengan syarat nggak boleh main hape di depan adek kelas.

Kejadian yang kedua adalah jatuhnya ‘supernova’ dari ketinggian kurang lebih dua meter. Serupa dengan kejadian sebelumnya, jatuhnya ‘supernova’ juga terjadi di aula atas. Ketika ‘supernova’ lagi di charge, tak sengaja kabel charge nya ke tarik teman. Walhasil ‘supernova’ jatuh dari atas. Maunya di charge biar nyala, eh gara-gara ke tarik temen akhirnya ‘supernova’ malah ngmabek nggak mau dinyalain. Tapi setelah nunggu sekitar dua jam, ‘supernova’ akhirnya mau nyala lagi.

Kejadian yang tak kalah serunya adalah menghilangnya ‘supernova’ untuk kedua kalinya. Seperti biasa, ‘supernova’ aku charge di aula atas. Setelah merasa aman, akhirnya ‘supernova’ kutinggal mandi. Setelah selesai dan siap pergi ke sekolah untuk ngurusin surat-surat, aku mampir ke aula buat ngambil hape. Dan otomatis aku langsung berpikiran pengurus yang ngambil. Bergegas aku turun ke lantai satu. Ketika kuketuk pintu kamar pengurus, tak ada yang menyahut, ternyata semuanya pada pergi ke kampus. Akhirnya aku keluar pondok. Aku pergi ke wartel, kutelpon salah satu mbak pengurus, dan jawabannya sungguh membuatku ingin pingsan. Mbak pengurus bilang, mereka tak tahu apa-apa tentang hapeku. Apa-apaan ini, terus dimana hapeku. Pikiranku kemana-mana, jangan-jangan ada orang lain yang ngambil, tapi siapa pikirku. Aku duduk lemas di dalam wartel. Waktu itu aku nggak jadi berangkat ke sekolah, aku balik ke pondok curhat sama Mak penjaga kantin. Setelah kutunggu sampai dhuhur, akhirnya aku di panggil ke kantor. Ternyata hapenya dibawa ustadz Pembina. Katanya kalau ditinggal di aula takut ada yang ngambil. Huffffttt, guemes aku. Kenapa nggak bilang dari pagi, kan aku nggak harus bingung kelimpungan kesana-kemari waktu itu.

 Ya itu beberapa kejadian yang kulalui dengan ‘supernova’. Sebenarnya masih banyak, tapi itu yang paling berkesan. Sampai sekarang ‘supernova’ masih setia menemaniku, meskipun keypad nya agak sakit. Karena melihat ‘supernova’ udah mulai sakit, Bapak menyuruhku untuk menjualnya, tapi aku tetap bersikukuh mempertahankannya. Udah terlanjur sayang.

Itu ceritaku tentang ‘supernova’ kesayanganku.

tulisan ini diikutsertakan dalam event Giveaway Wedges, Kaos dan Buku di www.argalitha.blogspot.com

2 thoughts on “‘Supernova’ kesayanganku

Silahkan komentarnya ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s